3 Rintihan Office Boy Perusahaan Yang Wajib Kamu Ketahui, Berikut Penjelasannya

3 Rintihan Office Boy di Perusahaan Anda

Bekerja tanpa suara, senyap dan luar biasa itulah kerja office boy di kantor Anda. Pagi-pagi tanpa kita ketahui semua kondisi tempat kerja kita sudah rapih dan wangi. Segelas teh hangat sudah tersaji di depan meja kerja samping monitor PC, di meja tempat Anda bekerja. Kaca terlihat bersih mengkilat, lantai juga tak kalah mengkilatnya. Hmmm kira-kira siapa dibalik semua itu, jangan-jangan ada jin kantor yang berbaik hati merapikan dan membersihkan semua peralatan kerja dan lingkungan kerja Anda.

Ternyata dibalik semua kebersihan dan mengkilatnya lantai tersebut, ada pihak-pihak yang kadang tak dianggap dan kadang jadi sosok yang tidak penting buat Perusahaan Anda. Merekalah sang office boy, dibalik kerjanya tak kenal waktu dan banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan terutama pada jam operasional kantor. Jika ditelisik lebih dalam, ternyata mereka memiliki sejumlah rintihan seperti bisa Anda simak di bawah ini:

  1. Petugas Office Boy Dianggap Tak Berharga : Sadarkah Anda bahwa office boy merupakan tulang punggung perusahaan Anda? Padahal pekerjaan mereka sering dianggap sebagai angin lalu. “Mungkin memang benar bekerja dengan hati butuh penilaian melalui hati pula”. Coba kita lihat jika target perusahaan tercapai, yang Anda lihat sebagai patokan awal adalah officer dari divisi sales dan marketing, bonus melimpah sudah tentu jadi hadiah terindah buat mereka. Terkadang Anda lupa ada jasa seorang office boy yang selalu support pekerjaan mereka tanpa disadari. Tapi seorang office boy tetap bekerja dengan penuh keikhlasan, mengerjakan apa yang jadi kewajibannya, walaupun mungkin dalam hatinya ingin ikut serta dalam perayaan pencapaian target perusahaan.
  1. Adakah Proses Pengembangan Diri Untuk Mereka? : Jika dilihat lebih dalam — dengan menggunakan hati nurani — background para office boy justru Perusahaan harus lebih mengembangkan skill dan knowledge para office boy di Perusahaan Anda. Memangnya cuma staff karyawan saja yang diberi pelatihan pengembangan diri karena tingkat kebutuhan kerja yang tinggi. Pelatihan terhadap para office boy sangat dibutuhkan mengingat hal tersebut dapat menjadikan mereka lebih terampil dan profesional dalam menjalankan pekerjaanya setiap hari yang berhubungan dengan pelayanan dan teknik pembersihan. Dalam mencuci gelas, mengepel lantai, menggunakan vacuum cleaner, mengangkat tray, sangat membutuhkan ilmu dan skill. Pengetahuan tentang pelayanan prima dan apa itu dimensi kualitas jasa menjadi acuan dalam pelayanan bagi office boy.
  1. Pegawai Office Boy Berasal dari Outsorcing : Ini yang bikin miris sudah kerjaannya dianggap rendahan, pelatihan SDM (pelatihan office boy) tidak mendapatkan penghargaan kerja di tempatnya bekerja dan setiap bulan terima gaji terkena potongan pula, plus mereka tidak tahu seberapa besar potongannya. Persoalan tersebut masih ditambah dengan rasa acuh para karyawan di perusahaan mana mereka ditempatkan. Petugas office boy yang bekerja dibawah perusahaan outsourcing seakan dihadapkan oleh tembok besar, jenjang karir tak jelas dan selalu bekerja dibawah tekanan. Beruntung bagi para petugas office boy yang bekerja dibawah induk perusahaan tanpa ada embel-embel pihak ketiga yang menjadi momok menakutkan.

Jika kami boleh simpulkan, bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan di instansi manapun, Anda-lah yang harus membantu meringankan pekerjaan mereka, seperti misalnya mengembalikan gelas yang kotor, membersihkan tumpahan air atau remah2an kue karena keteledoran Anda sendiri.

Apalagi bagi perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing dalam pengadaan petugas office boy, Anda harus lebih peduli terhadap mereka mulai dari hal terkecil misalkan dengan menyapa, berterima kasih, senyum. Manusiakanlah mereka, pikirkan hak-hak mereka, berikan reward bagi mereka yang telah bekerja dengan baik. Berikan pelatihan secara intensif agar pengetahuan mereka bertambah.

Jika Perusahaan masih saja melihat para office boy hanyalah seorang pesuruh yang pantas selalu diberikan punishment, sepertinya justru Perusahaan Anda yang harus kami training dalam bentuk pelatihan hospitality agar sikap dan tingkah laku Anda sebagai top management bisa lebih memanusiakan manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Halo Selamat Datang di Bina Mutu Bangsa! Ada yang bisa kami bantu?^_^