Imbas PSBB, Program Pelatihan Kartu Pra Kerja Akhirnya Berbasis Online

Agar menekan angka pengangguran yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, program pemerintah yaitu Kartu Pra Kerja resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo. Apa sih itu Kartu Pra Kerja? Akan kita ulas satu per satu bagian dari program tersebut.

Krisis dari pandemi COVID-19 atau biasa disebut dengan Virus Corona telah melumpuhkan banyak kegiatan sosial dan ekonomi. Alhasil, Presiden Joko Widodo mengambil langkah dan inisiatif mempercepat proses realisasi pengadaan dan pembagian Kartu Pra Kerja, yang mana Kartu Pra Kerja program pemerintah ini ditujukan untuk mendukung perkembangan ekonomi Indonesia.

Kartu Pra kerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan. Kartu tersebut dipromosikan oleh Presiden Joko Widodo pada masa kampanye Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019.

Pemerintah segera merilis kartu pra kerja 2020 dalam waktu dekat ini, yaitu bulan April yang diharapkan mampu untuk membantu pekerja Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menambah anggaran dana Program kartu pra kerja yang semula direncanakan 10 Triliun rupiah, akan dinaikkan hingga 20 Triliun rupiah. Meningkatnya anggaran ini juga akan berimbas dengan semakin banyak manfaat yang akan diterima peserta turut semakin meningkat.

Dengan mengeluarkan Kartu Pra Kerja 2020 yang lebih awal di bulan April 2020, mengingat kartu prakerja juga terjadi dan berdampak dalam menghadapi pandemi corona yang besar terhadap perekonomian Indonesia, maka pemerintah berharap kartu ini akan memberikan manfaat dan solusi melalui Kartu Pra Kerja seperti :

  1. Membantu meringankan biaya pelatihan yang ditanggung oleh pihak pekerja dan perusahaan
  2. Mampu mengurangi biaya dalam mencari informasi mengenai pelatihan
  3. Mendorong kebekerjaan seseorang lewat pengurangan mismatch
  4. Menjadikan komplemen dari pendidikan formal

Menariknya, program Kartu Pra Kerja ini, peserta yang mendaftar juga akan mendapatkan uang. Total yang akan didapatkan para peserta yaitu sebesar Rp 3.550.000 dengan skema sebagai berikut :

  1. Biaya pelatihan sebesar Rp 1.000.000
  2. Insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600.000 / bulan selama 4 bulan
  3. Insentif survey kebekerjaan dengan total Rp 150.000.

Kartu Pra Kerja yang semula direncanakan berjalan melalui pelatihan offline untuk saat ini ditiadakan dan diganti dengan pelatihan berbasis online dalam waktu yang tidak dapat ditentukan seiring dengan maraknya penyebaran virus corona atau COVID-19 yang terjadi dan berimbas pada langkah PSBB oleh pemerintah.

Mensiasati pelatihan yang dijalankan secara online, pemerintah diharuskan menggandeng beberapa platform e-learning seperti Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Pintaria, Pijar Mahir dan beberapa platform lainnya. Hal ini dimaksudkan agar pelatihan berbasis online masuk dalam wadah platform untuk mempermudah akses membeli paket video pelatihan lewat media-media yang telah ditentukan.

Bina Mutu Bangsa sendiri dalam menjalankan program Kartu Pra Kerja berkolaborasi dengan salah satu platform e-learning yaitu Pintaria. Paket video e-learning yang dibawakan oleh Bina Mutu Bangsa dapat dibeli pada platform Pintaria dengan harga yang terjangkau dan tentunya mengedukasi.

Berbagai macam paket video yang ditawarkan beragam bagi yang ingin belajar hospitality, seperti Front Office Hotel, Housekeeping, Travel and Tourism dan masih banyak lagi.

Menarik bukan tentunya? Jadi kita nantikan seberapa besar antusias masyarakat akan program ini yang pastinya mengedukasi mereka untuk langkah awal menuju sebuah prospek yang baik dalam pekerjaan yang akan dijalani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Halo Selamat Datang di Bina Mutu Bangsa! Ada yang bisa kami bantu?^_^
Powered by