PENTINGNYA SECURITY DAN DRIVER MEMILIKI DASAR ILMU PROTOKOLER

Dalam suatu acara kenegaraan ataupun acara-acara resmi lainnya, semua tidaklah berjalan lancar tanpa adanya sesuatu hal yang begitu berperan penting dalam mencapai kesuksesan acara tersebut.

Pengertian Keprotokolan

Dalam pengertian luas, keprotokolan adalah seluruh hal yang mengatur pelaksanaan suatu kegiatan baik dalam kedinasan atau kantor maupun masyarakat. Secara estimologis, istilah protokol dalam bahasa Inggris yaitu protocol, bahasa Perancis protocole, bahasa Latin protocoll(um), dan bahasa Yunani protocollon.

Awalnya, istilah protokol berarti halaman pertama yang dilekatkan pada sebuah manuskrip atau naskah. Sejalan dengan perkembangan zaman, pengertiannya berkembang semakin luas, yakni keseluruhan naskah yang isinya terdiri dari catatan, dokumen persetujuan, perjanjian, dan lain-lain dalam lingkup secara nasional maupun internasional.

Hingga pada perkembangan selanjutnya, protokol berarti kebiasaan-kebiasaan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan formalitas, tata urutan, dan etiket diplomatik. Aturan-aturan protokoler ini menjadi acuan institusi pemerintahan dan berlaku secara universal.

Perihal mengenai keprotokolan ditujukan pada keberhasilan pelaksanaan suatu kegiatan dan pada hal-hal yang mengatur seluruh manusia yang terlibat dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Suatu kegiatan apapun itu pada dasarnya merupakan pelaksanaan dan hasil kerja dari proses dan tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Tahapan-tahapan tersebut diperlukan untuk menunjang suksesnya seluruh acara.

Pengertian menurut UU No.9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan:

Keprotokolan adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat.

Sedangkan yang dimaksud dengan Acara Kenegaraan adalah acara yang diatur dan dilaksanakan oleh panitia negara secara terpusat, dihadiri oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden, serta Pejabat Negara dan undangan lain. Sedangkan Acara Resmi adalah acara yang diatur dan dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dan dihadiri oleh Pejabat Negara dan/atau Pejabat pemerintahan serta undangan lain.

Seperti yang kita ketahui, UU No.9 Tahun 2010 mengenai keprotokolan adalah pengganti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1987 tentang Protokol yang dianggap tidak sesuai zaman.

Pada undang-undang tersebut dikenal tiga tata aturan keprotokolan yakni Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan. Tata tempat adalah pengaturan tempat bagi Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, perwakilan negara asing dan/atau organisasi internasional serta Tokoh Masyarakat tertentu dalam Acara Kenegaraan atau Acara Resmi.

Dalam keprotokolan negara Republik Indonesia sendiri terdapat asas-asas yang mengatur keprotokolan yang mana harus dijunjung dan diterapkan oleh setiap pelaksana protokol atau protokoler yakni asas kebangsaan, asas ketertiban dan kepastian hukum, asas keseimbangan, kesesuaian dan keselarasan, dan asas timbal balik

  1. Asas Kebangsaan : Yang dimaksud dengan “kebangsaan” adalah keprotokolan harus mencerminkan sifat dan watak bangsa Indonesia yang pluralistik (kebhinekaan) dengan tetap menjaga prinsip negara kesatuan Republik Indonesia
  2. Asas Ketertiban dan Kepastian Hukum : Dalam hal ini, yang dimaksud dengan “ketertiban dan kepastian hukum” adalah keprotokolan harus dapat menimbulkan ketertiban dalam masyarakat melalui adanya kepastian hukum.
  3. Asas keseimbangan : Yang dimaksud dengan “keseimbangan, keserasian, dan keselarasan” adalah keprotokolan harus mencerminkan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan, antara individu dan masyarakat dengan kepentingan bangsa dan negara.
  4. Asas Timbal Balik : Pada asas keempat ini yang dimaksud dengan “timbal balik” adalah keprotokolan diberikan setimpal atau balas jasa terhadap keprotokolan dari negara lain.

Maka dari itu, hal yang menyangkut dengan keprotokoleran adalah sesuatu yang penting. Bagaimana kita memberikan penghormatan kepada Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, Perwakilan Negara Asing, Tokoh Masyarakat serta Tamu Negara sesuai dengan jabatan dan kedudukan. Satu yang pasti kita jadi mengerti dengan ilmu keprotokoleran memberikan pedoman penyelenggaraan suatu acara agar berjalan tertib, lancar, dan teratur sesuai dengan ketentuan dan kebiasaan yang berlaku baik secara nasional maupun internasional.

Bina Mutu Bangsa, hadir dalam memberikan ilmu keprotokoleran bagi para driver dan security yang dikemas dalam beberapa rangkaian pelatihan yaitu pelatihan driver manner & protokoler dan pelatihan security manner & protokoler. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai tanggung jawab mereka dalam melayani tamu pada acara kenegaraan, atau jika kantornya kedatangan tamu penting, sehingga mereka mengetahui cara melayani tamu-tamu tersebut dengan cara-cara yang terhormat

Komentar ditutup.

Open chat
Halo Selamat Datang di Bina Mutu Bangsa! Ada yang bisa kami bantu?^_^
Powered by