LATAR BELAKANG

Dewasa ini pembangunan hotel-hotel berkembang dengan pesat, seperti pendirian hotel- hotel baru atau penambahan  kamar-kamar pada hotel-hotel yang ada. 10 (sepuluh) tahun ke depan, Indonesia akan disesaki dengan 100.000 kamar dari 700 sampai 800 hotel baru. Jumlah hotel baru tersebut menggenapi data yang dilansir Badan Pusat Statistik yang memperlihatkan bahwa sampai akhir 2012 terdapat lebih dari 1.600 hotel dengan penawaran kamar sebanyak 156.000 unit, meningkat 9 persen ketimbang pasok tahun 2011. Dengan demikian hingga 2023 mendatang, negara kepulauan terbesar di dunia ini akan memiliki sebanyak 256.000 unit kamar dari total 2.400 hotel dengan  tingkat hunian rata-rata sebesar 53 persen yang berakibat kepada peluang pasar terhadap permintaan tenaga kerja di bidang perhotelan.

    Selain itu berdasarkan data statisik dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang tahun 2012 hingga akhir 2014, pertumbuhan jumlah perusahaan industri mikro sektor makanan mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2012 tercatat, sebanyak 2.812.747 perusahaan makanan skala mikro. Namun angka ini melonjak tajam pada tahun 2013, sebanyak 74.268 perusahaan mikro, menjadi 2.887.015 perusahaan makanan skala mikro. Kemudian, angka itu melonjak sekitar 450% dari tahun 2013 atau sebanyak 333.548 perusahaan makanan skala mikro pada akhir 2014, menjadi sebanyak 3.220.563 perusahaan makanan skala mikro di seluruh Indonesia. Dengan peningkatan jumlah industri makanan skala mikro tersebut, berarti semakin terbuka lebar lowongan kerja bagi masyarakat Indonesia yang berada di sekitar lokasi industri tersebut berada hal tersebut terbukti pada tahun 2016 lalu kontribusi PDB Ekonomi kreatif sub sektor Kuliner sebesar 41.69%

TUJUAN

Tujuan kegiatan uji kompetensi lembaga sertifikasi kompetensi perhotelan dan kapal pesiar untuk para peserta pelatihan adalah :

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dibidang perhotelan yang dapat dibuktikan dengan sertifikat kompetensi sebagai sertifikat pendamping ijazah.
  2. Sertifikasi profesi yang diberikan kepada peserta didik akan lebih memberikan jaminan bagi lulusan dalam memasuki dunia kerja dan usaha di ruang lingkup Industri Perhotelan kapal pesiar nasional maupun global.
  3. Meningkatkan kualitas serta nilai jual lulusan dalam memasuki pasar kerja global
  4. Menjamin bahwa proses pendidikan yang dijalankan dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sudah memenuhi standar yang diharapkan.

PROFIL DAN PENYELENGGARA UJI KOMPETENSI PERHOTELAN KAPAL PESIAR INDONESIA

Nama LSK : LSK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi) Perhotelan Kapal Pesiar Indonesia
No. SK Kemendikbud : 67/C.C5/KK/2018
Tanggal Penetapan LSK : 24 April 2018
Nama TUK : TUK Bina Mutu Bangsa
No. SK : 06.0069/CR/LSK-PKPI/II/19
Tanggal Penetapan TUK : 15 Februari 2019
Alamat TUK : Jalan Delima 1 Blok E1 Permata Puri 1 Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok Jawa Barat 16953. Contact Person : 0816 1189 515 Phone : (021) 873 2044 Fax  : (021) 873 2044
Website : www.binamutubangsa.com
E-Mail : [email protected]

STRUKTUR ORGANISASI

MEKANISME & PROSEDUR UJI KOMPETENSI

 

PENUTUP

Untuk menunjang serta mendukung lembaga kursus dan pelatihan serta lembaga formal lainnya, maka Lembaga sertifikasi kompetensi perhotelan kapal pesiar Indonesia (LSK-PKPI) menunjuk TUK Bina Mutu Bangsa sebagai tempat uji kompetensi di wilayah depok dan sekitarnya yang bertanggung jawab untuk melaksakan sertifikasi kompentensi yang diakui secara hukum.

Dengan pembentukan TUK Bina Mutu bangsa diharapkan dapat menjembatani pelaksanaan Uji kompetensi secara efektif dan efisien serta dapat membantu mengukur kemampuan peserta didik yang memiliki kompetensi di bidang perhotelan yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi sebagai sertifikat yang sah dan diakui sehingga dapat mendorong sumber daya pekerja bidang perhotelan untuk bersaing di dunia industri secara nasional maupun internasional