6 Karakteristik Usaha Hospitality Yang Perlu Kamu Tahu!

Hotel, resort, tempat rekreasi, restoran, wahana bermain adalah beberapa contoh dari sektor industri pariwisata. Apa yang disebutkan di atas tadi merupakan bidang usaha yang termasuk ke dalam usaha hospitality.

Kenapa bisa disebut usaha hospitality? Karena usaha tersebut tidak lepas dari kegiatan yang berhubungan antar sesama manusia. Implementasi hospitality (dalam hal ini tata krama dan sopan santun antar sesama manusia) pada kegiatan industri pariwisata merupakan hal yang diprioritaskan oleh seluruh pelaku jasa tersebut.

Tata krama dan sopan santun melayani tamu menjadi prioritas karena pelayanan yang baik (lebih dari yang diharapkan)  membuat tamu merasa nyaman. Lalu bagaimana karakteristik dari usaha hospitality itu sendiri?

Karakteristik merupakan fitur pembeda anatara yang satu dengan yang lain (Kualitas/Sifat) dibedakannya dari Bentuk,Struktur,Pola dll atau sesuatu yang mencolok.

Berikut terdapat enam karakteristik usaha hospitality, yaitu:

Inseparability

sumber : lektur.id

Inseparability (tidak dapat dipisahkan) Barang biasa diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama dimana jasa diproduksi.

 Intangibitilty

sumber : lektur.id

Intangibility (tidak berwujud), jasa bebeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda; maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha. Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Bagi para pelanggan, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi karena terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yang dapat dievaluasi pembeli sebelum pembelian dilakukan. Untuk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diteriman konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa bersangkutan dikonsumsi.

Simultaneity

sumber : lektur.id

Kejadian pada waktu yang bersamaan (simultaneity); fakta bahwa pelayanan dibuat untuk digunakan secara bersamaan, sehingga pelayanan tidak disimpan. Ketidakmampuan untuk menyimpan pelayanan ini menghalangi penggunaan strategi manufaktur tradisional dalam melakukan penyimpanan untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan.

Heterogeneity

Portrait of friendly hotel staff/sumber : sanecovision.com

Variability/Heterogeneity (berubah-ubah) Jasa bersifat variabel karena merupakan non-standarized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis tergantung kepada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi. Hal ini dikarenakan jasa melibatkan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsinya yang cenderung tidak bisa diprediksi dan cenderung tidak konsisten dalam hal sikap dan perilakunya.

Perishability

sumber : freepik.com

Perishability (tidak tahan lama) Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan.

Immovability

sumber : freepik.com

Immovability (tidak bisa dipindahkan) jasa pelayanan yang diberikan tidak dapat di pindahkan. Oleh karena itu penjualannya tidak mungkin produk itu sendiri dibawa dan ditunjukkan kepada konsumen, sebaliknya konsumen harus datang langsung ke tempat dimana produk wisata dihasilkan. Contoh: Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan objek wisata lain yang menyediakan jasa pelayanan. Pelayanan itu hanya bisa kita nikmati di saat kita berada di sana.

Itulah tadi 6 karakteristik usaha hospitality yang perlu kamu tahu. Tetap ikuti Bina Mutu Bangsa untuk mendapatkan info-info menarik lainnya ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Halo Selamat Datang di Bina Mutu Bangsa! Ada yang bisa kami bantu?^_^
Powered by