Modal tegas dan galak saja tak cukup, security wajib prioritaskan service excellence

Bicara mengenai petugas keamanan atau security, kita pasti membayangkan tegas dan galaknya petugas tersebut. Meskipun tugasnya mengamankan wilayahnya kantornya bekerja namun security tak cukup bermodalkan galak dan tegas melainkan juga pelayanan secara service excellence. Hal ini patut diperhitungkan terkait dengan kenyamanan para tamu tak hanya mengenai keamanan wilayah saja.

Bagaimana implementasinya seorang security yang wajib mengutamakan service excellence? Kita akan coba uraikan berikut ini.

Seorang security wajib mengutamakan service excellence, karena kenyamanan seorang tamu sangatlah penting. Security adalah cerminan perusahaan yang pertama kali akan dilihat oleh tamu. Sebut saja security perbankan. Security perbankan dalam melayani tamu haruslah dengan service excellence.

Di dalam service excellence terdapat lima kualitas pelayanan jasa yang harus dipenuhi. Apabila telah terpenuhi, berarti mereka telah menjalankan service excellence dengan kata lain pelayanan yang sangat baik atau pemberian pelayanan yang mendekati nol kesalahan.

Tujuan dari service excellence yaitu menciptakan kepercayaan dari pelanggan terhadap barang  atau jasa yang ditawarkan, untuk menambahkan dan mempertahankan kepercayaan serta loyalitas dari pelanggan terhadap barang dan jasa yang ditawarkan, dan tentunya untuk menghindari keluhan, tuntutan, atau pengaduan terhadap barang dan jasa yang ditawarkan.

Aspek dimensi dalam service excellence yaitu tangible atau bukti nyata. Bukti nyata disini adalah bagaimana kamu menjadi cerminan perusahaan dengan tampilanmu yang baik dan rapih. Dengan begitu, hal tersebut adalah suatu bukti nyata bahwa kamu adalah seorang yang profesional begitu pula dengan citra perusahaanmu yang baik.

Security bank misalkan, penampilan diri harus rapih sebaik mungkin dari atas kepala hingga kaki. Posisi berdiri sebagai security harus tegap dan tidak loyo. Posisi berjalan yang mendahulukan tamu saat berjalan beriringan, hingga kepalan tangan saat sikap siap siaga harus diperhatikan.

Dimensi selanjutnya yaitu reliability atau handal/dapat dipercaya. Apabila ada suatu informasi yang harus disampaikan kepada pelanggan atau tamu. Security sewajarnya memberikan informasi tersebut dengan keadaan yang sebenar-benarnya dan tidak bertele-tele saat memberi informasi. Security dalam memberikan pelayanan harus akurat dan hindari kesalahan atau error.

Bergeser ke dimensi berikutnya yaitu responsive atau cepat tanggap. Saat tamu datang, bukakan pintu dan berikan sapaan yang santun kepada tamu, lalu tawarkan bantuan kepada tamu, apabila ada tamu yang sedang kesulitan. Dan satu yang biasanya fatal yaitu tamu atau pelanggan di pingpong. Maksud di pingpong adalah informasi yang tidak valid hingga menyebabkan pelanggan kebingungan.

Misalkan seorang nasabah bank datang untuk meminjam sejumlah uang ke bank. Namun saat datang ke bank ternyata tutup karena sedang jam istirahat. Nasabah pun bertanya pada security yang sedang bertugas jam berapa bank akan beroperasi kembali. Alih-alih menjawab, security tersebut malah menyuruh nasabah tadi untuk bertanya kepada security lainnya. Itulah yang disebut dengan pelanggan di pingpong dan hal ini jangan sampai terjadi.

Kemudian ada assurance atau istilah lainnya jaminan mutu. Dalam service excellence hal ini juga didefinisikan sebagai pengetahuan, kesopanan dan kemampuan pegawai membawa kepercayaan dan keyakinan.

5S adalah salah satu faktor keberhasilan service excellence yang ada di poin dimensi pelayanan ini. Selalu budayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) kepada setiap tamu yang datang. Bila anda menunjukkan wajah murung ataupun kurang terlihat happy yakinlah setiap tamu sudah ketakutan terlebih dulu saat datang. Bukankah seorang security juga membuat nyaman para tamu?

 Lalu seorang security juga harus berkompeten dan mempunyai kredibilitas. Ada istilah CARES didalam kredibilitas. Adapun kepanjangan dari CARES yaitu compasionate, agile, reliable, elegant, sincere.

Compasionate yaitu sikap dan perilaku yang berbelas kasih, ingin menghibur orang lain. Berikutnya agile yaitu tangkas, dinamis, cepat. Lalu reliable yaitu dapat diandalkan, brilian dan percaya diri. Elegant yaitu anggun, mewah, berkelas. Yang terakhir ada sincere yaitu tulus.

Terakhir dimensi yang harus dipenuhi dalam service excellence yaitu empathy atau empati. Dimana dimensi ini merujuk pada sikap tingkat kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada pelanggan secara nyata. Bedakan dengan simpati yang hanya merasa kasihan saja namun tak berbuat apa-apa, empathy punya tindakan yang nyata yaitu membantu. Apabila ada seorang nasabah yang akan mengurus sesuatu di bank misalkan, namun nasabah tersebut tak tahu harus menemui siapa. Hendaknya, security membantu nasabah tersebut dengan cara menanyakan ada keperluan apa dan antarkan pelanggan tersebut.

Perusahaan juga wajib memberikan pelatihan kepada securitynya dengan cara mendatangkan instruktur berpengalaman dari lembaga pelatihan. Tak hanya diajarkan untuk melayani secara service excellence saja, namun security juga bisa mendapatkan ilmu-ilmu keprotokoleran satuan pengamanan. Dua keuntungan sekaligus yang didapatkan apabila mendatangkan lembaga pelatihan. Bagaikan satu kali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Penuhi hal-hal apa saja yang diatas agar anda dapat menjadi security secara profesional dengan service excellence anda dalam melayani pelanggan. Menjadi pribadi yang baik dimata orang lain, tak sulit bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Halo Selamat Datang di Bina Mutu Bangsa! Ada yang bisa kami bantu?^_^
Powered by