Perdana, Sertifikasi Kompetensi Perhotelan dan Kapal Pesiar SMK Wisata Harapan Massa Depok Kerjasama Dengan TUK Bina Mutu Bangsa

Vokasi adalah program pendidikan pada jenjang tinggi yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga yang dapat menetapkan keahlian dan keterampilan di bidangnya, siap kerja, dan mampu bersaing secara global.
Logo Vokasi
Source : pinterest.com

Bicara mengenai vokasi, SMK sebagai lembaga pendidikan vokasi diakui sebagai salah satu lembaga yang memiliki potensi besar dengan menelurkan tenaga kerja terampil setiap tahunnya.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki berbagai macam bidang keminatan siswa diantaranya jurusan perhotelan. Jurusan perhotelan merupakan bidang ilmu yang mempelajari pengelolaan hotel serta cara menyeimbangkan aspek wisata dan manajemen bisnis untuk mencapai kesuksesan.

Dua peserta ujikom terlihat mendapat arahan dari penguji TUK Bina Mutu Bangsa

Setiap tahun, SMK dapat mencetak tenaga kerja terampil dan siap kerja. Namun beberapa faktor mempengaruhi peluang kerja di dunia industri itu sendiri. Sehingga kerap kali ditemukan lulusan SMK yang di Iduka (industri dunia kerja).

Faktor apa yang membuat peluang kerja di dunia industri lebih besar bagi lulusan SMK?

Sejauh mana skill dan keterampilan siswa SMK adalah hal yang basic untuk dibicarakan apabila menyinggung peluang kerja di industri. Namun selain keterampilan, sertifikat kompetensi menjadi sebuah jalur yang lebih memudahkan siswa SMK mendapat pekerjaan setelah melewati masa studinya.

Pertanyaannya, bagaimana siswa SMK mendapatkan sertifikat kompetensi tersebut? Yaitu dengan mengikuti uji kompetensi yang diadakan di lembaga pendidikan atau sekolah masing-masing.

Mengapa pelaksanaan Uji Kompetensi begitu penting?

Pelaksanaan uji kompetensi dinilai begitu penting, mengingat ujikom merupakan sarana untuk mendapatkan bukti-bukti yang valid, berlaku sekarang/terkini/serta otentik sebagai dasar apakah peserta uji sudah kompeten atau belum kompeten terhadap unit kompetensi yang diujikan.

Theo George Gill, master penguji LSK Perhotelan dan Kapal Pesiar mengungkapkan alasan mengapa uji kompetensi sangat penting dan terdapat beberapa kelebihannya.

“Manfaat bagi para peserta ujikom adalah untuk mengantarkan mereka bisa bekerja, karena sertifikasi kompetensi ini adalah bukti secara otentik dan nyata bahwa sertifikasi ini untuk membuktikan bahwa anak ini bisa melakukan pekerjaan tersebut. Bagusnya sertifikasi kompetensi adalah sudah direkondisi atau sudah dikenal dan diakui oleh industri bulan november 2020,” ujar Theo.

“Kita mengadakan pertemuan dengan pihak IHGMA dengan indonesia hotel general manajer association ya,kemudian ada dengan agen-agen kapal pesiar kemudian juga dengan indonesian service association dengan indonesia housekeeping association IFBEC juga indonesia food and beverage executive, itu mereka mengaku bahwa standar kompetensi kelulusan yang sudah disusun oleh kementerian pendidikan oleh kita association profesi bersama sama dengan para penguji dan master penguji itu sudah sesuai dengan kebutuhan dari industri jadi itu adalah kelebihannya,” lanjutnya.

Kelebihan melakukan Uji Kompetensi diantaranya sebagai berikut:
  1. Perluasan Kesempatan kerja
  2. Penanggulangan Pengangguran
  3. Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Kerja
  4. Perlindungan Kerja
  5. Peningkatan Daya Saing Usaha

Oleh sebab itu, SMK Wisata Harapan Massa sadar akan pentingnya setiap individu memiliki sertifikat kompetensi demi kebutuhan dunia industri. Sehingga, SMK Wisata Harapan Massa memutuskan untuk mengadakan uji kompetensi perhotelan dan kapal pesiar bagi para peserta didiknya dengan menggandeng Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Perhotelan dan Kapal Pesiar dan TUK Bina Mutu Bangsa.

Salah satu peserta uji kompetensi terlihat membereskan Linen saat praktek Housekeeping

SMK Wisata Harapan Massa mengadakan uji kompetensi perhotelan dan kapal pesiar dengan TUK Bina Mutu Bangsa yang kali ini di percaya sebagai penyelenggara uji kompetensi.

Acara tersebut terselenggara pada Kamis, 8 April 2021 yang berlokasi di SMK Wisata Harapan Massa. Peserta yang mengikuti kegiatan uji kompetensi tidak kurang dari 71 siswa secara serempak.

Tidak kalah penting, acara ini dihadiri langsung oleh Theo George Gill, A.Md.Par.,S.E.,M.M Sebagai master penguji atau pengawas dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Perhotelan dan Kapal Pesiar.

Theo George Gill (kiri) dan Kokom (kanan), perwakilan TUK Bina Mutu Bnagsa melakukan sesi foto bersama

Fokus utama pada ujikom ini lebih kepada departemen housekeeping dan front office. Pengujian untuk housekeeping tersebut meliputi bagaimana cara menjaga, merawat, membersihkan serta memelihara ruangan hotel baik didalam ruangan maupun diluar ruangan hotel.

Pengujian untuk front office yaitu bagaimana melayani tamu baik langsung maupun tidak langsung dan bertanggungjawab terhadap segala proses pemesanan kamar, baik saat proses check in maupun check out.

Kegiatan uji kompetensi Perhotelan dan Kapal Pesiar SMK Wisata Harapan Massa

Kepala sekolah SMK Wisata Harapan Massa, Ian Kurniawan menuturkan alasan mengapa beralih dari LSP ke LSK. Awal tahun 2014 saat itu belum ada SMK yang bekerjasama dengan LSP kecuali SMK Harapan Massa di kota Depok.

Kendati begitu, berjalannya waktu kerjasama antar SMK-LSP di kota Depok mengalami peningkatan. Kemudian Ian menemukan terdapat lembaga LSK yang mana payung hukumnya langsung kepada kementerian.

Ian Kurniawan, Kepala Sekolah SMK Wisata Harapan Massa saat diwawancarai mengenai peralihan kerjasama dari LSP ke LSK

“Awal 2014 kita memakai LSP, lembaga sertifikasi profesi. Pada saat itu di kota Depok belum ada SMK yang bekerjasama dengan LSP. Dan disitu Smk Wisata Harapan Massa menjalin kerjasama dengan LSP.” ungkap Ian

“Akan tetapi berjalannya tahun berjalannya waktu LSP sudah banyak yang digunakan oleh SMK. Nah disitu saya melihat ternyata ada LSK, lembaga sertifikasi kompetensi yang dimana payung hukumya langsung ke kementerian. Dan disitu saya mencoba bekerjasama dengan LSK Perhotelan dan Kapal Pesiar dengan TUKnya Bina Mutu Bangsa.” lanjutnya

Berangkat dari hal tersebut, Ian Kurniawan akhirnya memutuskan untuk mengubah kerjasama lembaga yang semula menggunakan LSP saat uji kompetensi, kini beranjak kepada LSK Perhotelan dan Kapal Pesiar dengan TUK Bina Mutu Bangsa.

Beberapa keuntungan menggunakan LSK Perhotelan dan Kapal Pesiar membuat Ian langsung mengajak bekerjasama dengan LSK. Selain payung hukumnya langsung ke Kementerian, anak didiknya mendapat ijazah legal berlogo garuda dari Kemdikbud dan pengakuan kompeten dalam bidangnya.

“Yang pertama anak-anak akan mendapatkan pengakuan bahwa mereka sudah kompeten di kompetensi keahliannya masing-masing. Yang kedua mereka akan mendapatkan sertifikat pendamping ijazah yang legal yang berlogo garuda dari Kementerian”. ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Halo Selamat Datang di Bina Mutu Bangsa! Ada yang bisa kami bantu?^_^
Powered by