PILIH VOKASI ATAU AKADEMIK?

Halo sahabat BMB, pasti diantara kalian ada yang baru lulus SMA nih tapi bingung mau lanjut akademik atau vokasi. Hmm pilih yang mana ya? Oke, coba kita jabarkan dulu yuk apa itu akademik dan vokasi.

Pendidikan Akademik

freepik.com/mahasiswa sedang menatap layar laptop

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni tertentu. Saat kamu memilih Pendidikan Akademik, kamu akan lebih banyak mendapatkan teori dibanding praktik. Perbandingan teori dan praktiknya sekitar 60:40.

Nantinya, ketika kamu lulus dari Pendidikan akademik, kamu akan mendapatkan gelar sarjana yang diikuti oleh bidang keahlian yang kamu pilih. Pendidikan Akademik mencakup program :

Pendidikan Sarjana (S1)

Magister/Master (S2)

Doktor (S3)

Jika kamu memilih bidang ekonomi, ketika kamu lulus dari kampusmu, kamu akan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi (SE). Begitu juga jika kamu memilih bidang Hukum, Teknik, dan masih banyak lagi.

Pendidikan Vokasi

bina mutu bangsa/praktik housekeeping siswa bina mutu bangsa

Sedangkan pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang penguasaan keahlian terapan tertentu. Dikenal juga sebagai program diploma, pendidikan vokasi membekali kita dengan keahlian terapan yang atau keterampilan teknis yang diperlukan pada bidang pekerjaan tertentu. Nah sahabat BMB juga perlu tau lho, vokasi memiliki empat jenjang pendidikan yaitu D1, D2, D3, dan D4.

Program vokasi Diploma 1 (D1) memiliki masa studi satu tahun atau dua semester dengan beban 32 sks. Alumni pendidikan vokasi D1 bergelar Ahli Pratama (A.P). Contohnya jika kalian lulusan bidang komputer, dibelakang nama kalian memiliki gelar (A.P.Kom.) atau yang lulusan pariwisata bergelar (A.P.Par.).

Diploma 2 (D2) memiliki masa studi dua tahun atau empat semester dengan beban 64 SKS. Alumni pendidikan vokasi D2 bergelar Ahli Muda (A.Ma.), misalnya jika kalian lulusan pelayaran akan bergelar Ahli Muda Pelayaran (A.Ma.Pel.).

Diploma 3 (D3) memiliki masa studi tiga tahun atau enam semester dengan beban 112 SKS. Alumni pendidikan vokasi D3 bergelar Ahli Madya (A.Md.), misalnya jika kalian lulusan akuntansi akan bergelar Ahli Madya Akuntansi (A.Md.Akun.).

Diploma 4 (D4) memiliki masa studi empat tahun atau delapan semester dengan beban 144 SKS. Alumni pendidikan vokasi D4 bergelar Sarjana Terapan (S.Ter.), misalnya Sarjana Terapan Teknik (S.Tr.T) atau Sarjana Terapan Matematika dan Ilmu Alam (S.Tr.Si).

liputan6.com/Presiden Joko Widodo menyampaikan peningkatan SDM melalui pendidikan vokasi dalam rapat terbatas

Presiden Joko Widodo saat ini lebih fokus pada pendidikan vokasi dan peningkatan keterampilan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan Jokowi pada rapat terbatas mengenai pembangunan SDM untuk akselerasi ekonomi tahun 2018 silam. Pada tahun ini, hal tersebut terbukti dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP-Kuliah) yang lebih difokuskan memberi akses pada mahasiswa pendidikan vokasi.

Apa sih keunggulan dari Vokasi?

Dalam praktikanya, vokasi memiliki beberapa keunggulan. Seperti yang dilansir dari campuspedia.id, berikut adalah 5 kelebihan kuliah pendidikan vokasi :

Kuliah Lebih Singkat

Untuk kelebihan vokasi sudah jelas yang pertama adalah waktu kuliah yang terhitung lebih singkat. Dalam pendidikan vokasi, kita dapat memilih ingin melanjutkan pendidikan berapa lama, tentu gelar yang didapatkan juga akan menyesuaikan.

Lulusan Yang Dibutuhkan

Kalau ada di luar sana yang bilang lowongan kerjaan cuma buat sarjana, no, you’re wrong! Realitanya, berbagai lowongan pekerjaan bagi lulusan diploma sangat sangat terbuka lebar. Saat ini perusahaan-perusahaan besar di Indonesia lebih condong untuk mencari lulusan-lulusan pendidikan vokasi.

Hal itu sejalan dengan visi dari pendidikan vokasi itu sendiri, yaitu menyiapkan para mahasiswa yang siap terjun ke dunia kerja. Selain itu, mengapa perusahaan-perusahaan cenderung melirik para lulusan vokasi karena mereka meyakini jebolan vokasi memiliki dunia kerja yang mumpuni.

Keyakinan tersebut tentu didasari atas komposisi pendidikan dalam vokasi yang lebih menekankan pada praktik. Tidak sampai di sana, lulus dengan status gelar diploma, memiliki sertifikat profesi, serta pengalaman magang yang mumpuni membuat hal tersebut sering kali dijadikan bahan pertimbangan yang potensial untuk perusahaan dalam merekrut para lulusan jurusan vokasi.

Menitikberatkan Praktik, Bukan Sekadar Teori

Kelebihan pendidikan vokasi selanjutnya adalah fokus ilmu yang didapatkan. Dikutip dari laman Dunia Dosen, pendidikan vokasi mengimplementasikan 60% praktik dan 40% teori. Bahkan ada yang praktiknya 70% lho!

Komposisi tersebut memiliki nilai jual lebih jika dibandingkan dengan kuliah sarjana. Hal ini dikarenakan para mahasiswa pendidikan vokasi akan jauh lebih berpengalaman saat turun kerja ke lapangan.

Di sisi lain, teori-teori yang diajarkan juga sering berpacu pada permasalahan-permasalahan di lapangan. Tentu saja hal tersebut akan memberikan pemahaman lebih, sehingga para mahasiswa terbiasa dan dapat menanggulangi terjadinya permasalahan.

Ingin Ekstensi Ke Pendidikan Sarjana? Bisa!

Nah kelebihan kuliah pendidikan vokasi yang terakhir adalah program ekstensi. Setelah dinyatakan berhasil menjadi lulusan pendidikan vokasi, ternyata kamu tetap bisa melanjutkan pendidikan menjadi sarjana lo. Tidak sedikit mahasiswa vokasi yang memilih mencari pengalaman kerja sembari mengambil program ekstensi ke pendidikan sarjana.

Kuliah ekstensi ini merupakan suatu program yang ditujukan kepada mahasiswa diploma tiga untuk melanjutkan ke pendidikan sarjana, tanpa harus mengulang kuliah dari awal lagi. Biasanya, waktu yang dibutuhkan tergantung dengan masing-masing kampus penyelenggara. Secara umum membutuhkan waktu 1.5-2.5 tahun.

Lebih Siap Untuk Menghadapi Dunia Kerja

Jebolan vokasi sangat siap menghadapi dunia kerja. Banyak hal yang perlu dipersiapkan saat ingin bekerja. seperti pengalaman-pengalaman yang berhubungan, soft skills yang menunjang, hingga pertahanan mental yang memadai. Sudah tentu para vokasi dibekali ketiga hal tersebut sampai nantinya dinyatakan lulus.

Kenapa pendidikan vokasi bisa bikin lulusannya siap kerja?

istock/kumpulan para pekerja

Kurikulum pendidikan vokasi dirancang untuk membuat lulusannya mendapatkan lebih banyak pengalaman kerja sebagai bekal mereka memasuki dunia kerja. Dalam kegiatan perkuliahan, mahasiswa pendidikan vokasi mendapatkan porsi belajar teori dan praktik dengan perbandingan 30:70.

Porsi praktik lebih banyak dialokasikan waktunya dengan tujuan agar mahasiswa pendidikan vokasi dapat melatih kemampuan praktikalnya sesuai dengan bidang industri yang dipilih dengan maksimal.

Untuk mendukung kegiatan pelatihan kemampuan selama perkuliahan, nggak jarang kampus menyediakan sarana dan prasarana yang dibuat menyerupai lingkungan kerja yang sebenarnya untuk latihan simulasi, bahkan bekerja sama dengan pelaku industri terkait agar mahasiswanya berkesempatan untuk praktik langsung di dunia kerja dalam bentuk pelatihan maupun kerja magang.

Pilihlah pendidikan vokasi jika kamu :

  1. Punya cita-cita untuk menjadi sumber daya yang siap kerja di bidang tertentu
  2. Nggak ingin buang buang waktu untuk menguasai kemampuan spesifik
  3. Lebih senang mempelajari ilmuu praktis yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja
  4. Ingin menjajal kesempatan yang lebih mendalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Halo Selamat Datang di Bina Mutu Bangsa! Ada yang bisa kami bantu?^_^
Powered by