Selenggarakan Pelatihan Barista Hingga 14 Batch Untuk Dikirim Ke Luar Negeri, Buktikan Kredibilitas Tinggi Bina Mutu Bangsa


Barista sekarang ini menjadi salah satu pekerjaan yang ramai diminati. Banyaknya animo masyarakat untuk dapat terjun ke profesi ini juga seakan menjadi PR bagi mereka yang berminat. Lalu apa itu PR-nya?

Apabila anda pernah membaca satu artikel atau ulasan yang berjudul “Timur Tengah Minta 500 Barista, Mampukah Kita?” pada tulisan tersebut dibahas, masalah utamanya adalah barista yang terganjal masalah sertifikasi profesi.

Hal ini menjadi pemicu utama mengapa dalam tulisan tersebut kemungkinan hanya setengahnya saja kuota yang akan terpenuhi. Dan ya, dikatakan PR karena bagaimana caranya mereka bisa mendapakan sertifikasi kompetensi barista tersebut.

Jangankan bicara mengenai sertifikasi kompetensi, jika mereka berminat menjadi barista tapi tidak memiliki skill dan pengetahuan yang mumpuni, bagaimana untuk membantu mereka mengatasi hal tersebut? Toh, ini juga menyangkut hajat banyak orang karena menyoal faktor perbaikan ekonomi serta menyalurkan hobi dan minat mereka.  

Masyarakat tak hanya bermimpi untuk menjadi barista lalu serta merta hanya bekerja di Indonesia saja, terlebih mereka juga ingin mencicipi atmosfer menjadi barista di luar negeri. Alasannya, selain karena ingin mencapai rasa pencapaian yang tinggi karena telah bekerja diluar negeri juga memperbaiki ekonomi mereka. Karena yang kita tahu, pendapatan diluar negeri sedikit lebih baik daripada di Indonesia sendiri.

Tak banyak lembaga pendidikan yang dapat mengajarkan dan mengedukasi kepada mereka yang ingin menjadi barista lalu bonusnya adalah juga mendapatkan sertifikasi kompetensi. Selain itu juga, lembaga yang dapat memberangkatkan mereka jika berkeinginan menjadi peracik kopi diluar negeri.

Lembaga memanglah banyak dengan sejuta iming-iming dapat memberangkatkan mereka ke luar negeri, namun satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu jaminan. Apakah mereka dijamin bisa berangkat?

Katakanlah jika tidak berangkat karena ada suatu masalah seperti sekarang ini situasi sedang mengalami pandemi covid-19 dan negara tujuan sedang tak bisa menerima tenaga kerja asing, jika lembaganya ternyata abal-abal? Bagaimana pertanggungjawabannya?  Tentu semua orang tak ingin bernasib seperti itu.

Seakan menjawab keraguan tersebut, lembaga pendidikan Bina Mutu Bangsa akhirnya membuktikan kredibilitasnya dengan menyelenggarakan pelatihan barista hingga 13 batch yang nantinya akan diberangkatkan ke luar negeri. Negara tujuannya tak lain dan tak bukan adalah negara ekspatriat yaitu Arab Saudi.

Materidalampelatihan barista itu sendiri meliputi pengenalan biji kopi, cara membuat latte art, pengenalan macam-macam mesin kopi, serta materi hospitality baik itu teori maupun praktek untuk sikap keramah tamahan mengingat barista adalah ujung tombak yang pertama kali men-service tamu yang datang dengan sikap pelayanan yang baik dan benar.

Pelatihan barista di Bina Mutu Bangsa telah meliputi sertifikasi kompetensi yang akan didapatkan oleh siswa sebagai bukti bahwa siswa tersebut telah lulus sehingga tak perlu dipertanyakan lagi kelayakannya sebagai barista. Selain itu, asuransi kesehatan, keamanan, serta skema pembiayaan dapat dibantu dengan financial technology bagi mereka yang terkendala oleh biaya pendidikan dan keberangkatannya ke luar negeri.

Tak ayal, 14 batch tersebut disinyalir akan bertambah lagi mengingat antusiasme yang tinggi terhadap pekerjaan tersebut serta permintaan tenaga kerja barista oleh negara luar yang juga tak main-main derasnya. Bukan tidak mungkin hanya 500 kuota saja yang dapat tercukupi namun lebih, hal ini membuktikan bahwa sebenarnya kita mampu untuk menyediakan angka permintaan tenaga barista tersebut.

Ilmu dapat, sertifikat dapat, itulah yang membuktikan kredibilitas tinggi Bina Mutu Bangsa dalam menggelar pelatihan barista.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Halo Selamat Datang di Bina Mutu Bangsa! Ada yang bisa kami bantu?^_^
Powered by