Training PPNPN, Badan Kebijakan Fiskal Gaet BMB

Training merupakan salah satu jawabannya, apabila berharap sumber daya manusia suatu perusahaan maupun kelembagaan dituntut untuk mengubah cara kerja yang baik dalam aspek apapun. Karena dengan memilh sebuah training, maka kita sudah mengambil langkah tepat demi tercapainya kinerja SDM lebih bagus.

Tidak semua perusahaan atau lembaga menyadari, betapa pentingnya training sebagai bekal karyawan atau karyawatinya agar meningkatkan skill dan pengetahuan lebih pada jobdesk masing-masing.

Namun berbeda hal dengan Badan Kebijakan Fiskal yang sadar akan pentingnya memberikan bekal pengetahuan kepada para karyawannya tersebut melalui sebuah training.

Beberapa waktu yang lalu, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI (BKFKEMENKEU) menggelar Pelatihan PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri) Sabtu, 27 November 2021.

Pelatihan tersebut diperuntukkan bagi pegawai yang statusnya bukan dari pegawai negeri yang bekerja di lingkungan BKF Kemenkeu.

BKF Kemenkeu menggandeng Bina Mutu Bangsa, salah satu lembaga vokasi yang bergerak di bidang hospitality sebagai pengajar bagi para pegawainya. Non pegawai negeri yang dimaksudkan antara lain mereka yang berprofesi sebagai resepsionis, driver, cleaning service dan office boy.

Menjelang tutup buku akhir tahun, biasanya beberapa lembaga pemerintah mengadakan acara atau memberikan sebuah pelatihan kepada para pegawainya, dimana pelatihan tersebut diharapkan dapat bermanfaat dan akan meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi.

Hal itu pula yang diharapkan oleh BKF Kemenkeu RI dengan digelarnya pelatihan, akan menciptakan akselerasi peningkatan kompetensi SDM non pegawai negerinya. Profesi non pegawai negeri yang disebutkan diatas, merupakan garda penting yang harus bisa menjaga profesionalitas dan integritasnya.

Cleaning service (CS) misalkan, yang bersinggungan perihal kebersihan. CS mempunyai tanggungjawab akan kebersihan dan keindahan lingkungan BKF Kemenkeu agar kebersihan gedung-gedung BKF Kemenkeu terawat kebersihannya, tentunya juga dengan cara-cara pembersihan yang baik dan benar, lalu dapat merawat alat-alat kebersihan serta mengerti chemical apa yang harus digunakan untuk membersihkan debu dan kotoran.

Contoh lain yaitu seorang driver. Profesi ini tidak kalah krusial, sebab driver langsung berhubungan dengan seorang atasan maupun tamu. Bagaimana driver dapat menjalin komunikasi yang baik terkait pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh seorang atasan dan tamu maupun keprotokoleran yang harus dimengerti oleh para driver.

Baca Juga: M’Kostel, Kos Kosan Rasa Hotel Akhirnya Launching

Sisi lainnya yaitu driver wajib memberikan kenyamanan bagi atasan dan tamu ditengah perjalanan dengan tidak mengendarai secara ugal-ugalan dan menunjukkan psikologis yang tidak baik (misalnya raut wajah yang cemberut).

Berbeda pula dengan bagian resepsionis. Mereka adalah garda terdepan selain security yang wajib menjaga citra perusahaan atau lembaga. Kenapa begitu?

Sebab, resepsionis akan menghadapi berbagai karakteristik setiap tamu yang datang dengan keadaan psikologis (yang mungkin) berbeda-beda. Resepsionis harus pandai menjaga senyuman, gestur yang ramah dan sopan santun serta komunikasi yang jelas.

Resepsionis tidak boleh mem-pingpong tamu dengan melemparkan pertanyaan ke sesama rekan atau tidak memberi jawaban pasti. Jika tamu bertanya, resepsionis diharuskan memberi kepastian dengan berkoordinasi terlebih dahulu melibatkan stakeholder yang terkait. Semua bidang yang disebutkan diatas memiliki peranan yang sangat penting bagi nama baik perusahaan atau lembaga.

Dengan demikian, BKF Kemenkeu melakukan langkah konkret guna menjaga “wajah” lembaga Kementerian lewat program pelatihan PPNPN berkolaborasi dengan Bina Mutu Bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *