Pelatihan HACCP – Pada 28 Februari 2026, Bina Mutu Bangsa menyelenggarakan sebuah pelatihan penting di Bogor yang berfokus pada terminologi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).
Acara ini dihadiri oleh 50 peserta dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), terbagi dalam dua kelompok, yakni Bilabong 1 cabang SPPG Bogor Bojong Gede dan Bilabong 2 cabang SPPG Cimanggis Bojong Gede, tepatnya di Bogor.
Pelatihan dipandu oleh beberapa instruktur seperti Pak Nico, Pak Taufik, dan Pak Adjie, dengan materi utama disampaikan oleh Pak Taufik selaku Chef yang bergerak di bidang Food and Beverage.
Teori HACCP merupakan sistem manajemen keamanan pangan yang diakui secara internasional. Dengan memahami prinsip-prinsip HACCP, staf dapur dapat bekerja lebih aman, menjaga higienitas, dan memastikan makanan yang disajikan benar-benar layak konsumsi.

Pentingnya HACCP dalam Dapur
Dalam sesi yang dibawakan oleh Pak Taufik, peserta diajak memahami beberapa poin krusial:
- Pemilihan alat masak yang sesuai standar dapur
Alat masak yang berkualitas dan sesuai standar bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mencegah kontaminasi silang. Misalnya, penggunaan talenan berbeda untuk daging dan sayuran. - Higienitas fisik
Kebersihan tubuh, pakaian kerja, serta lingkungan dapur menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan pangan. Staf dapur harus disiplin dalam mencuci tangan, menggunakan sarung tangan, dan menjaga kebersihan area kerja.
7 Prinsip HACCP
Untuk memperkuat pemahaman, berikut adalah tujuh prinsip HACCP yang menjadi fondasi sistem ini:
- Menentukan Titik Kendali Kritis (Critical Control Points/CCP)
Menentukan titik di mana bahaya dapat dikendalikan atau dihilangkan, misalnya suhu pemasakan. Hal ini berguna agar para staf dapur dapat menghindari kecelakaan kerja. - Menetapkan Batas Kritis (Critical Limits)
Menentukan standar yang harus dipenuhi, seperti suhu minimal 75°C untuk memastikan bakteri mati. - Membangun Sistem Monitoring
Melakukan pengawasan rutin terhadap CCP, misalnya pengecekan suhu makanan dengan termometer. - Menetapkan Tindakan Korektif
Jika batas kritis tidak tercapai, tindakan korektif harus segera dilakukan, seperti memasak ulang makanan. - Menyusun Prosedur Verifikasi
Memastikan sistem HACCP berjalan efektif melalui audit, pengujian, atau evaluasi berkala. - Dokumentasi dan Pencatatan
Semua proses harus terdokumentasi dengan baik agar dapat ditinjau kembali dan menjadi bukti kepatuhan.
Selama pelatihan berlangsung, peserta dan instruktur kian kali saling melempar pertanyaan dan jawaban. Kegiatan ini menjadi interaktif hingga akhir sesi, hingga maju untuk memberikan testimoni.
“Sangat berkesan dan menyenangkan belajar hal baru yaitu teori dalam memasak yang baik dan benar.” ucap Rayhan, peserta dari cabang Bilabong 1.
Selain peserta, perspektif dari Direktur Operasional PT Lentera Permata Abadi, Haji Subawanta S.H. memberi refleksi yang mendalam. “Niat kita untuk menjadi relawan yang mendalami ilmu HACCP itu apa sebenarnya? Kita memberikan makanan bergizi gratis untuk anak-anak masa depan, generasi emas.”
Pentingnya HACCP untuk Generasi Emas
Mengapa HACCP begitu penting dalam konteks pelayanan gizi?
- Mencegah keracunan makanan
Dengan sistem HACCP, risiko kontaminasi dapat diminimalisir sehingga anak-anak menerima makanan yang aman. - Meningkatkan kepercayaan masyarakat
Lembaga yang menerapkan HACCP menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan keamanan pangan. - Mendukung program gizi nasional
Keamanan pangan adalah bagian integral dari pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Pelatihan ini bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang misi besar, yaitu membangun generasi emas melalui makanan bergizi dan aman.
Ikuti perkembangan mengenai program pendidikan dan pelatihan kami di Instagram binamutubangsa
