Dunia Hospitality – Mukhfahrilen Hidayah, atau biasa disebut Fahri, merupakan satu contoh nyata bagaimana pengalaman magang dapat membuka jalan menuju dunia kerja yang lebih luas.
Berawal dari program magang di LKP Bina Mutu Bangsa, kini ia telah menempuh enam bulan masa magang di Hotel Aryaduta Karawaci, Tangerang, sebuah hotel berbintang yang dikenal dengan standar pelayanan kelas atas.

Awal Perjalanan: Belajar dari Dasar di Bina Mutu Bangsa
Fahri adalah salah satu siswa yang mengikuti program magang pelatihan hospitality Saat pertama kali bergabung sebagai peserta magang di Bina Mutu Bangsa, ia belum memiliki pengalaman kerja di bidang hospitality.
Namun, melalui pelatihan intensif dan praktik langsung, ia mulai memahami pentingnya etika kerja, komunikasi profesional, dan standar pelayanan yang ramah namun efisien.
Di sana, Fahri tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan pelatihan, dokumentasi, dan praktik pelayanan.
Lingkungan belajar yang suportif dan mentor yang berpengalaman membuatnya semakin percaya diri untuk melangkah ke dunia kerja yang lebih luas.
“Di Bina Mutu Bangsa, saya belajar bahwa pelayanan bukan hanya soal tugas, tapi soal sikap dan ketulusan,” ujar Mukhfahrilen.
Tantangan Baru di Hotel Aryaduta Karawaci
Setelah menyelesaikan masa magang di Bina Mutu Bangsa, Fahri mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan magang di Hotel Aryaduta Karawaci. Posisi tepatnya di bagian front office, namun selain itu selama enam bulan terakhir, Fahri juga menjalani berbagai tugas di lingkungan hotel berbintang, mulai dari housekeeping, penataan kamar VIP, hingga pelayanan tamu.
Perpindahan ke hotel besar tentu membawa tantangan baru. Standar kerja lebih tinggi, ritme kerja lebih cepat, dan ekspektasi tamu lebih kompleks.
Namun, bekal yang ia dapatkan dari Bina Mutu Bangsa menjadi fondasi kuat untuk beradaptasi dan berkembang.
Pembelajaran dan Refleksi
Selama magang di Hotel Aryaduta, Mukhfahrilen tidak hanya belajar teknis kerja, tetapi juga mengasah soft skill seperti komunikasi, kerja tim, dan manajemen waktu. Ia mulai memahami bahwa dunia hospitality menuntut ketelitian, kesabaran, dan empati yang tinggi.
Ia juga merasakan bahwa pengalaman magang bukan sekadar syarat akademik, tetapi proses pembentukan karakter dan profesionalisme.
“Saya belajar untuk tidak hanya bekerja, tapi juga berpikir dan merasakan. Setiap tamu punya cerita, dan kita sebagai staf punya peran untuk membuat mereka merasa dihargai,” tutur Fahri saat tim Bina Mutu Bangsa melakukan wawancara.
Ia berharap pengalaman magang ini bisa menjadi batu loncatan untuk karier di industri hospitality. Selain itu, Fahri berencana melanjutkan pendidikan dan memperdalam keterampilan pelayanan, dengan harapan suatu hari bisa bekerja di hotel internasional.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bina Mutu Bangsa atas pembekalan awal yang sangat berharga.
“Tanpa Bina Mutu Bangsa, saya mungkin tidak akan punya keberanian untuk masuk ke dunia kerja seperti sekarang. Terima kasih untuk semua mentor dan pembimbing yang sudah membentuk saya,” tutupnya.
Testimoni dari Mukhfahrilen Hidayah menjadi bukti bahwa pembinaan yang tepat dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Dari ruang pelatihan sederhana di Bina Mutu Bangsa hingga koridor hotel berbintang, setiap langkahnya menunjukkan bahwa semangat belajar dan kerja keras selalu menemukan jalannya.
