Pada 2 Januari 2026 lalu, Bina Mutu Bangsa menyelenggarakan kegiatan pelatihan Leadership untuk Manager dan SPV Resort Puncak Lembah Hijau. Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi pembukaan oleh Bapak H.R Iman Kadarisman selaku instruktur pelatihan.
Beliau menjelaskan bahwa esensi dari kepemimpinan terletak pada kemampuannya menyatukan berbagai individu menjadi satu tim yang solid. Dengan kepemimpinan yang tepat, komitmen personal akan meningkat, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis.
Hal ini menjadi kunci utama dalam memastikan setiap target tercapai secara maksimal melalui budaya kerja yang sehat.

Bapak H.R Iman menunjukkan diagram leadership ability yang menjelaskan perbedaan nyata antara sekadar bekerja dan bekerja dengan arahan seorang pemimpin, sebagaimana berikut:
Perbedaan Pendekatan: Bos vs. Pemimpin
Perbedaan mendasar antara seorang “bos” dan “pemimpin” terletak pada cara mereka menggerakkan tim:
- Iklim Kerja: Jika bos sering kali memicu rasa segan atau takut, pemimpin justru membangun rasa aman dan kepercayaan.
- Keterlibatan: Bos cenderung sekadar memberi instruksi teknis, sementara pemimpin memahami kedalaman proses dan membimbing secara langsung.
- Sumber Kekuatan: Bos mengandalkan wewenang jabatan, sedangkan pemimpin mengandalkan kolaborasi dan ketulusan.
- Respon Kendala: Alih-alih mencari siapa yang bersalah saat terjadi masalah, pemimpin lebih fokus pada pencarian solusi bersama untuk perbaikan ke depan.
Selain itu, dijelaskan pula manfaat jiwa leadership, yakni:
- Kemudahan yang bagi orang lain hanya impian: Seorang pemimpin mampu membuka jalan dan menciptakan peluang.
- Tanggung jawab moral: Pemimpin memiliki kewajiban terhadap karyawan, tim, pimpinan, perusahaan, dan lingkungan.
- Manfaat konkret: Kehadiran seorang pemimpin harus memberi dampak positif yang nyata di tempat kerja.
Leadership Mindset untuk Supervisor dan Manager
Peran SPV dan Manager sangat penting dalam meningkatkan standar pelayanan. Untuk itu, diperlukan leadership mindset yang kuat, dengan perilaku sebagai berikut:
Kepemimpinan yang efektif tercermin melalui tindakan nyata yang membangun budaya kerja solid:
- Menjadi Teladan: Manajer yang menyapa tamu lebih dulu menunjukkan bahwa profesionalisme dimulai dari atasan, bukan sekadar instruksi.
- Arahan Strategis: Melalui briefing rutin, pemimpin memastikan tim memiliki pemahaman tugas yang selaras sebelum memulai operasional.
- Apresiasi & Makna: Memberikan penghargaan pada staf terbaik bukan hanya soal bonus, tapi memberi nilai dan kebanggaan pada hasil kerja mereka.
- Pengembangan SDM: Supervisor yang memberikan umpan balik konstruktif membantu tim junior tumbuh, memastikan kompetensi organisasi terus meningkat.
- Objektivitas & Keadilan: Evaluasi yang konsisten pada performa (bukan personal) menciptakan rasa aman dan keadilan bagi seluruh anggota tim.
- Ketangguhan Operasional: Saat situasi sibuk, kehadiran pemimpin yang tenang dan solutif membantu tim menentukan prioritas di tengah tekanan.
- Solusi Visioner: Pemimpin yang cakap mampu melihat akar masalah dengan cepat dan menawarkan jalan keluar yang efektif sebelum kendala meluas.
Dengan mindset kepemimpinan yang berorientasi pada teladan, arahan jelas, pengembangan kompetensi, dan solusi yang adil, mereka mampu menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan berdaya saing tinggi.
Artikel ini menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan sikap yang berdampak besar bagi tim, perusahaan, dan tamu.
Ikuti perkembangan mengenai program pendidikan dan pelatihan kami di Instagram binamutubangsa
