Komunikasi merupakan salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, membangun hubungan yang baik, hingga memengaruhi orang lain menjadi faktor penting dalam menciptakan kerja sama yang efektif di dalam organisasi.
Untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut, Bina Mutu Bangsa menyelenggarakan pelatihan Communication Public Speaking for Leadership bagi jajaran pimpinan dan karyawan Pacific Life Insurance.
Pelatihan ini termasuk program baru yang diselenggarakan Bina Mutu Bangsa. Pelatihan diikuti oleh Direktur Utama, jajaran operasional, manager, supervisor (SPV), staff, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan digelarnya program tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai komunikasi kepemimpinan yang efektif sehingga mampu membangun kolaborasi, meningkatkan kualitas penyampaian informasi, serta memperkuat pengaruh positif dalam lingkungan kerja.
Sesi pertama disampaikan oleh Gumelar Setiadji yang mengajak peserta memahami berbagai tantangan komunikasi yang sering ditemui di dunia kerja. Materi diawali dengan pembahasan mengenai mengapa komunikasi sering mengalami kegagalan. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa pesan yang disampaikan tidak selalu diterima sesuai dengan maksud penyampainya. Perbedaan persepsi, asumsi yang keliru, kurangnya kemampuan mendengarkan, hingga cara penyampaian yang kurang tepat menjadi beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya miskomunikasi.
Setelah memahami penyebab kegagalan komunikasi, peserta diajak melihat kembali mengapa komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya bertugas memberikan arahan, tetapi juga mampu membangun kepercayaan, menciptakan hubungan kerja yang positif, menyelesaikan konflik, serta menggerakkan tim untuk mencapai tujuan bersama.
Memasuki sesi berikutnya setelah coffee break, materi dilanjutkan oleh Penny Meliaty Hutabarat. Pada kesempatan ini, peserta diajak mempelajari kisah Broadstone dan Ferrovia sebagai ilustrasi mengenai perbedaan budaya organisasi.
Peserta dapat memahami bahwa budaya perusahaan memiliki pengaruh besar terhadap pola komunikasi, cara bekerja, proses pengambilan keputusan, hingga gaya kepemimpinan yang diterapkan di dalam organisasi.
Selain itu, peserta juga mempelajari konsep Conversing vs Organizing. Materi ini menjelaskan bahwa komunikasi dalam kepemimpinan tidak hanya sebatas melakukan percakapan atau bertukar informasi.
Komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana bertukar informasi, tetapi juga untuk menyelaraskan tujuan, memperkuat koordinasi, dan membangun kolaborasi antar tim.
Pada sesi yang sama, peserta juga diperkenalkan dengan REACH Model sebagai salah satu pendekatan komunikasi yang efektif. Model ini menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan lawan bicara, menunjukkan empati, menyampaikan pesan secara jelas, memberikan penghargaan kepada setiap individu, serta menjaga sikap rendah hati dalam setiap interaksi.
Pelatihan dilanjutkan oleh Valentinus Resa, seorang presenter terkenal, membawakan materi mengenai Three Foundations of Influence. Pada sesi ini peserta mempelajari tiga fondasi utama dalam membangun pengaruh sebagai seorang pemimpin. Pengaruh yang kuat tidak semata-mata berasal dari jabatan atau kewenangan, tetapi juga dibangun melalui kredibilitas, hubungan yang baik dengan orang lain, serta kemampuan menyampaikan pesan secara meyakinkan.
Ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin dalam membangun kepercayaan sekaligus menginspirasi tim untuk bekerja menuju tujuan yang sama.

Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga diajak berdiskusi melalui berbagai contoh kasus dan pengalaman yang relevan dengan kondisi di lingkungan kerja. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk merefleksikan gaya komunikasi yang selama ini diterapkan sekaligus menemukan strategi yang lebih efektif dalam menghadapi berbagai situasi kepemimpinan.
Sebagai penutup pelatihan, peserta mengikuti sesi roleplay public speaking untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari sepanjang hari. Selama sesi berlangsung, peserta diminta menyampaikan solusi atas suatu permasalahan yang terjadi di perusahaan serta mempresentasikan langkah-langkah penyelesaiannya secara jelas dan meyakinkan.
Peserta juga berlatih melakukan simulasi diskusi dengan atasan, dengan menekankan pentingnya menyampaikan pendapat, gagasan, maupun masukan secara percaya diri, profesional, dan tanpa rasa ragu.
Melalui praktik ini, peserta diharapkan mampu mengasah kemampuan berbicara di depan audiens sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi di lingkungan kerja.
Ikuti perkembangan mengenai program pendidikan dan pelatihan kami di Instagram binamutubangsa

