Pelatihan Service Excellence Program LENTERA

Pelayanan yang profesional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menyelesaikan pekerjaan. Karena itu, pelatihan service excellence frontliner menjadi penting untuk membekali seorang frontliner agar mampu menyambut pelanggan dengan tepat, berkomunikasi secara profesional, memahami kebutuhan, hingga menangani keluhan ketika terjadi masalah.

Keterampilan tersebut menjadi bagian dari pelatihan yang diberikan Bina Mutu Bangsa kepada peserta Program LENTERA (Leadership and Empowerment for Women) yang diselenggarakan oleh Yayasan Bulir Padi bersama Yayasan Maleo.

Pada 19 September 2026, sebanyak 14 peserta mengikuti pelatihan Service Excellence for Frontliner, Handling Complaint, serta Greetings & Telephone Courtesy for Frontliner di Yayasan Maleo, Tangerang Selatan.

Pelatihan dibawakan oleh trainer Bina Mutu Bangsa, yaitu Nico Andriantama dan Shanty Sri Indriyati. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab, challenge, dan beberapa praktik role play yang melibatkan peserta secara langsung.

Pelatihan service excellence frontliner Program LENTERA Bulir Padi bersama Bina Mutu Bangsa
Bina Mutu Bangsa memberikan pelatihan Service Excellence for Frontliner kepada peserta Program LENTERA yang diinisiasi Bulir Padi Foundation di Yayasan Maleo pada 19 September 2026.

Program LENTERA Dorong Kesiapan Kerja Perempuan Muda

Sementara itu, Program LENTERA merupakan program pemberdayaan perempuan muda yang diinisiasi oleh Yayasan Bulir Padi dengan menggandeng Yayasan Maleo sebagai mitra lokal. Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan atau upskilling dan kesiapan kerja bagi perempuan muda dari keluarga prasejahtera di Provinsi Banten.

Pada peluncuran program tersebut, sebanyak 20 perempuan muda dari komunitas prasejahtera di Tangerang tercatat sebagai penerima manfaat angkatan pertama. Program LENTERA mencakup berbagai bentuk pengembangan keterampilan dan kesiapan kerja.

Konteks kesiapan kerja tersebut juga berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di Banten. Berdasarkan data BPS untuk Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Banten tercatat sebesar 6,69%. Pada periode yang sama, TPT perempuan tercatat 7,12%, sedangkan TPT laki-laki sebesar 6,45%. BPS Provinsi Banten – Keadaan Angkatan Kerja Agustus 2025

Data tersebut tidak berarti bahwa pelatihan tertentu secara langsung menurunkan angka pengangguran. Namun, data tersebut memberikan konteks mengapa pengembangan keterampilan dan kesiapan kerja menjadi relevan dalam program pemberdayaan perempuan muda.

Bina Mutu Bangsa Berikan Pelatihan Service Excellence Frontliner

Dalam lingkungan kerja yang berhubungan langsung dengan pelanggan, kualitas interaksi sangat penting. Hal ini menjadi bagian dari pengalaman pelayanan. Karena itu, pelatihan service excellence frontliner perlu menggabungkan pemahaman materi dan praktik pelayanan. Baca Artikel Meningkatkan Kompetensi Frontliner PT Fujita Kanko Indonesia

Karena itu, pelatihan service excellence frontliner tidak hanya membahas bagaimana seseorang memberikan pelayanan yang ramah, tetapi juga bagaimana frontliner membangun komunikasi, menunjukkan sikap profesional, merespons kebutuhan, dan menghadapi situasi pelayanan yang membutuhkan penyelesaian masalah.

Bina Mutu Bangsa memiliki program pelatihan korporat yang mencakup bidang hospitality dan pengembangan kompetensi karyawan. Website Bina Mutu Bangsa juga mencantumkan Nico Andriantama sebagai instruktur Hospitality, Housekeeping dan Front Office serta Shanty Sri Indriyati sebagai instruktur Front Office, Secretary, Tax & Accounting.

Latar belakang tersebut menjadi relevan dengan materi yang diberikan kepada peserta Program LENTERA.

Materi Pelatihan Service Excellence Frontliner

Dalam pelatihan service excellence frontliner pada 19 September 2026, peserta mendapatkan tiga materi utama:

  1. Service Excellence for Frontliner
  2. Handling Complaint
  3. Greetings & Telephone Courtesy for Frontliner

Selain itu, ketiga materi tersebut saling berkaitan dalam membentuk pemahaman mengenai pelayanan profesional.

Service Excellence for Frontliner

Service excellence berkaitan dengan bagaimana frontliner memberikan pelayanan yang memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.

Dalam praktik pelayanan, seorang frontliner perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari penampilan, cara berkomunikasi, respons terhadap kebutuhan pelanggan, hingga kemampuan menunjukkan empati.

Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa pelayanan tidak hanya ditentukan oleh apa yang disampaikan, tetapi juga oleh bagaimana pesan tersebut disampaikan.

Sikap, ekspresi, bahasa tubuh, pilihan kata, dan cara berinteraksi dapat menjadi bagian dari pengalaman seseorang ketika menerima pelayanan.

Karena itu, seorang frontliner perlu membangun kebiasaan untuk memberikan pelayanan secara konsisten dan profesional.

Handling Complaint

Selanjutnya, keluhan pelanggan merupakan salah satu situasi yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan pengendalian respons.

Ketika menghadapi pelanggan yang menyampaikan keluhan, frontliner tidak cukup hanya memberikan jawaban. Mereka perlu memahami masalah yang disampaikan, mendengarkan dengan baik, menunjukkan empati, dan membantu mencari penyelesaian yang sesuai.

Melalui materi Handling Complaint, peserta mendapatkan pembekalan mengenai bagaimana menghadapi situasi tersebut secara profesional.

Pendekatan ini penting karena respons terhadap keluhan dapat memengaruhi pengalaman pelanggan terhadap pelayanan yang diterima.

Dalam praktiknya, peserta berlatih menghadapi berbagai situasi melalui role play. Dengan metode ini, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mencoba menerapkannya melalui simulasi.

Greetings & Telephone Courtesy for Frontliner

Di sisi lain, interaksi pelayanan sering kali dimulai dari hal yang sederhana, yaitu sapaan.

Cara frontliner memberikan salam, menyapa, menggunakan bahasa tubuh, dan menunjukkan keramahan dapat membentuk kesan awal ketika berhadapan dengan pelanggan atau tamu.

Selain komunikasi secara langsung, frontliner juga perlu memahami etika ketika berkomunikasi melalui telepon.

Materi Greetings & Telephone Courtesy for Frontliner membahas bagaimana memberikan greeting dan melakukan komunikasi melalui telepon dengan cara yang sopan, jelas, dan profesional.

Keterampilan tersebut penting terutama bagi pekerjaan yang menjadikan komunikasi sebagai bagian utama dari aktivitas sehari-hari.

Peserta Aktif Mengikuti Challenge dan Role Play

Salah satu hal yang menonjol dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah partisipasi aktif peserta.

Sebanyak 14 peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan selama sesi berlangsung. Selanjutnya, mereka mengikuti beberapa challenge yang diberikan oleh trainer dan terlibat dalam praktik role play. Melalui aktivitas tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan situasi pelayanan dalam suasana pembelajaran.

Dalam simulasi tersebut, peserta dapat mencoba bagaimana memberikan greeting, berkomunikasi dengan pelanggan, maupun merespons situasi complaint.

Metode praktik seperti ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk menguji cara berkomunikasi yang telah dipelajari.

Ketika melakukan role play, peserta juga dapat memperoleh gambaran mengenai situasi yang mungkin mereka hadapi ketika berada di lingkungan kerja.

Dari Materi ke Praktik Pelayanan

Namun, salah satu tantangan dalam pelatihan pelayanan adalah memastikan materi tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis.

Seorang peserta mungkin dapat menjelaskan arti service excellence, tetapi situasi pelayanan nyata membutuhkan kemampuan untuk menerapkan konsep tersebut secara langsung.

Misalnya, ketika menghadapi pelanggan yang sedang kecewa, seorang frontliner perlu tetap menjaga sikap profesional sambil memahami persoalan yang disampaikan.

Begitu pula ketika menerima telepon, frontliner perlu memperhatikan cara menyapa, mendengarkan informasi, mencatat kebutuhan, dan memberikan respons yang sesuai.

Karena itu, praktik melalui challenge dan role play menjadi bagian penting dalam sesi pelatihan ini.

Pelatihan Service Excellence sebagai Bagian dari Kesiapan Kerja

Selain itu, pengembangan keterampilan pelayanan dapat menjadi salah satu bagian dari persiapan memasuki dunia kerja, khususnya bagi individu yang akan bekerja pada posisi yang berhubungan langsung dengan pelanggan.

Keterampilan komunikasi, pelayanan, penanganan keluhan, dan etika berkomunikasi dapat digunakan dalam berbagai lingkungan kerja. Contohnya adalah hospitality, front office, customer service, dan receptionist. Keterampilan tersebut juga dibutuhkan pada posisi lain yang membutuhkan interaksi langsung dengan pelanggan.

Hal tersebut juga sejalan dengan fokus Program LENTERA yang menempatkan upskilling dan kesiapan kerja perempuan muda sebagai bagian dari program pemberdayaan.

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari prinsip pelayanan sekaligus mencoba penerapannya melalui aktivitas yang melibatkan mereka secara langsung.

Bina Mutu Bangsa Dukung Pengembangan Kompetensi

Pelaksanaan pelatihan bersama Program LENTERA menjadi salah satu bentuk keterlibatan Bina Mutu Bangsa dalam kegiatan pengembangan kompetensi.

Dengan materi yang mencakup service excellence, handling complaint, greeting, dan telephone courtesy, pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai situasi komunikasi yang dapat ditemui dalam pekerjaan frontliner.

Kehadiran trainer yang memiliki latar belakang pada bidang hospitality dan front office juga mendukung penyampaian materi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan.

Bagi organisasi maupun perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan tim pelayanan, kebutuhan pelatihan dapat disesuaikan dengan karakter pekerjaan dan kompetensi yang ingin dikembangkan.

Service Excellence Dimulai dari Cara Berinteraksi

Pada akhirnya, pelayanan prima tidak selalu dimulai dari sesuatu yang kompleks.

Cara menyapa pelanggan, mendengarkan kebutuhan, memilih kata ketika memberikan informasi, merespons keluhan, hingga mengakhiri percakapan dengan baik merupakan bagian dari pengalaman pelayanan.

Melalui pelatihan service excellence frontliner yang mencakup Service Excellence for Frontliner, Handling Complaint, serta Greetings & Telephone Courtesy for Frontliner, peserta Program LENTERA mendapatkan ruang untuk mempelajari dan mempraktikkan keterampilan tersebut.

Antusiasme 14 peserta yang terlihat melalui pertanyaan, challenge, dan role play menjadi bagian penting dari proses pembelajaran pada 19 September 2026 di Yayasan Maleo, Tangerang Selatan.

Bina Mutu Bangsa terus mendukung pengembangan kompetensi melalui berbagai program pelatihan. Program tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan dunia kerja.

Butuh pelatihan untuk meningkatkan kemampuan frontliner, customer service, receptionist, atau tim pelayanan di organisasi Anda?

Bina Mutu Bangsa siap membantu merancang program pelatihan sesuai kebutuhan kompetensi dan karakter layanan organisasi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Customer Support
Butuh Bantuan?
Hi, Ada yang bisa kami bantu?
Powered by