Pada bulan Mei 2026, Bina Mutu Bangsa kembali melakukan pelatihan peningkatan kompetensi SDM di SPPG Sehati Wera Tawali, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Melalui partisipasi belasan peserta, pelatihan berlangsung secara interaktif dengan pembahasan materi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan.
Salah satu materi utama yang diberikan dalam pelatihan adalah penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). HACCP merupakan sistem manajemen keamanan pangan yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan potensi bahaya selama proses produksi makanan.
Melalui materi ini, peserta diajak memahami berbagai risiko yang dapat memengaruhi kualitas produk pangan, baik dari aspek biologis, kimia, maupun fisik.
Pemahaman terhadap HACCP menjadi penting karena dapat membantu mencegah terjadinya kontaminasi yang berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.
Selain HACCP, peserta juga memperoleh pembelajaran mengenai praktik higiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan. Materi ini mencakup prosedur kebersihan diri, penggunaan peralatan yang sesuai, serta pengelolaan lingkungan kerja yang bersih dan aman.
Peserta mempelajari tahapan pemeriksaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian makanan. Tak hanya itu, peserta juga langsung mempraktikkannya bersama instruktur.
Pengendalian mutu yang baik tidak hanya meningkatkan keamanan pangan, tetapi juga membantu menciptakan pelayanan yang lebih profesional dan terpercaya.

Melalui kombinasi antara peningkatan kompetensi SDM, penerapan HACCP, serta penguatan praktik higiene dan sanitasi, diharapkan pengelola layanan gizi di Bima mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung penyediaan makanan yang aman, bergizi, dan berkualitas bagi masyarakat.
Ikuti perkembangan mengenai program pendidikan dan pelatihan kami di Instagram binamutubangsa

